Minggu, 08 Desember 2019

Keputusan Fatimah


Nama : Fatimah Briliana
Kata Benda : Buku
Kata Sifat : Cerdas
  Fatimah Briliana merupakan seorang wanita yang tangguh dalam menjalani pahit manisnya kehidupan. Sejak kecil ia sudah diajarkan orang tuanya untuk hidup mandiri, walau lahir dalam keluarga yang berkecukupan orang tuanya tidak memanjakannya, agar ia terbiasa hidup sedehana dan tidak menjadi orang yang sombong, ia adalah anak tunggal. Orang tuanya sangat menyayangi Fatimah karena ia adalah anak yang baik, dan patuh pada perkataan orang tuanya.
  Fatimah adalah anak yang cerdas dan pintar, ia sering mendapatkan juara kelas dari dia memasuki taman kanak-kanak hingga ia SMA, Fatimah sangat suka membaca buku, ia bisa membaca buku seharian dan sering lupa waktu saat mmbaca mungkin itulah yang membuat prestasinya terus meningkat. Fatimah juga sering mendapatkan penghargaan, dan memenangkan banyak lomba akademik dan cerdas cermat. Hanya saja, tentu semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Fatimah kurang pengetahuan dalam ilmu agama nilainya tidak buruk, hanya saja tertinggal dengan nilai mata pelajaran lainnnya, ia kurang pandai mengaji, tentu ia bisa membaca Al-Quran hanya saja tidak lancar padhal orang tua Fatimah sudah, ia juga dapat meghafal dengan mudah tapi ia juga mudah lupa karena tidak mengamalkannnya karena tanpa sadar Fatimah lebih sering mempelajari ilmu pengetahuan seperti matematika, fisika, kimia, dan ilmu pengetahuan lainnya. Sedangkan orang tua Fatimah menginginkan anak mereka menjadi anak yang sholehah dan berpengatahuan ilmu agama islam yang luas.
  Setiap anak pasti ingin orang tuanya bangga pada mereka, sekarang  Fatimah sudah kelas 12, sebentar lagi ia akan lulus SMA, tapi ia belum bisa mencapai keinginan orang tuanya, menjadi anak yang sholehah dan  berpengetahuan agama islam yang luas, dan ia juga harus menentukan akan melanjutkan kuliah dimana dan jurusan apa, ia ingin kuliah di Universitas yang ia dambakan di luar kota dan memilih jurusan Pendidikan Matematika, karena ia sangat suka dengan Matematika, akan tetapi ia juga ingin menjadi anak yang sesuai dengan keinginan orang tuanya, ia juga sadar selama ini Fatimah kurang belajar ilmu agama ia tak pernah masuk pesantren, ia juga bersekolah di skolah umum. Setelah sekian lama berdebat dengan dirinya sendiri, dan tiada hari tanpa memikirkan bagaimana ia menentukan jalan hidupnya.
  Akhirnya ia memutuskan untuk memilih kuliah di kampus yang berbasis islam, di kotanya, dan memilih jurusan Pendidikan Agama Islam, ia tahu walau tak sesuai keinginannya tapi setidaknya ia bisa belajar untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Fatimah juga berfikir kapan lagi ia akan mempelajari ilmu agama islam jika tidak sekarang, sedangkan ia sudah tertinggal jauh, ia sadar ini tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga orang di sekitarnya, ia juga sadar belajar ilmu agama itu penting dan ia juga ingin fokus dengan urusan dunia dan akhirat. Saat ia menyampaikan niatannya itu, orang tua Fatimah sangat senang dan bangga akan keputusan bijak dan pemikiran dewasa Fatimah.