Nama :
Fatimah Briliana
Kata Benda
: Buku
Kata Sifat
: Cerdas
Fatimah Briliana merupakan seorang
wanita yang tangguh dalam menjalani pahit manisnya kehidupan. Sejak kecil ia
sudah diajarkan orang tuanya untuk hidup mandiri, walau lahir dalam keluarga
yang berkecukupan orang tuanya tidak memanjakannya, agar ia terbiasa hidup
sedehana dan tidak menjadi orang yang sombong, ia adalah anak tunggal. Orang tuanya
sangat menyayangi Fatimah karena ia adalah anak yang baik, dan patuh pada
perkataan orang tuanya.
Fatimah
adalah anak yang cerdas dan pintar,
ia sering mendapatkan juara kelas dari dia memasuki taman kanak-kanak hingga ia
SMA, Fatimah sangat suka membaca buku, ia
bisa membaca buku seharian dan sering lupa waktu saat mmbaca mungkin itulah
yang membuat prestasinya terus meningkat. Fatimah juga sering mendapatkan
penghargaan, dan memenangkan banyak lomba akademik dan cerdas cermat. Hanya saja,
tentu semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Fatimah
kurang pengetahuan dalam ilmu agama nilainya tidak buruk, hanya saja tertinggal
dengan nilai mata pelajaran lainnnya, ia kurang pandai mengaji, tentu ia bisa
membaca Al-Quran hanya saja tidak lancar padhal orang tua Fatimah sudah, ia juga
dapat meghafal dengan mudah tapi ia juga mudah lupa karena tidak
mengamalkannnya karena tanpa sadar Fatimah lebih sering mempelajari ilmu
pengetahuan seperti matematika, fisika, kimia, dan ilmu pengetahuan lainnya. Sedangkan
orang tua Fatimah menginginkan anak mereka menjadi anak yang sholehah dan
berpengatahuan ilmu agama islam yang luas.
Setiap
anak pasti ingin orang tuanya bangga pada mereka, sekarang Fatimah sudah kelas 12, sebentar lagi ia akan
lulus SMA, tapi ia belum bisa mencapai keinginan orang tuanya, menjadi anak
yang sholehah dan berpengetahuan agama
islam yang luas, dan ia juga harus menentukan akan melanjutkan kuliah dimana
dan jurusan apa, ia ingin kuliah di Universitas yang ia dambakan di luar kota
dan memilih jurusan Pendidikan Matematika, karena ia sangat suka dengan
Matematika, akan tetapi ia juga ingin menjadi anak yang sesuai dengan keinginan
orang tuanya, ia juga sadar selama ini Fatimah kurang belajar ilmu agama ia tak
pernah masuk pesantren, ia juga bersekolah di skolah umum. Setelah sekian lama
berdebat dengan dirinya sendiri, dan tiada hari tanpa memikirkan bagaimana ia
menentukan jalan hidupnya.
Akhirnya
ia memutuskan untuk memilih kuliah di kampus yang berbasis islam, di kotanya,
dan memilih jurusan Pendidikan Agama
Islam, ia tahu walau tak sesuai keinginannya tapi setidaknya ia bisa
belajar untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Fatimah juga berfikir kapan
lagi ia akan mempelajari ilmu agama islam jika tidak sekarang, sedangkan ia
sudah tertinggal jauh, ia sadar ini tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga
orang di sekitarnya, ia juga sadar belajar ilmu agama itu penting dan ia juga
ingin fokus dengan urusan dunia dan akhirat. Saat ia menyampaikan niatannya
itu, orang tua Fatimah sangat senang dan bangga akan keputusan bijak dan
pemikiran dewasa Fatimah.






















